kegiatan petualangan merupakan sebuah aktivitas yang beresiko, memerlukan kondisi kebugaran yang prima bagi para pelakunya. Petualangan dilakukan di tengah alam terbuka yang liar, sebuah lingkungan yang sesungguhnya bukan habitat manusia yang banyak tumbuh dan dibesarkan di kota.
Informasi Seputar Aktivitas Kegiatan Unit Kegiatan Mahasiswa Penjelajah Rimba dan Pendaki Gunung BHARAWANA Universitas Jenderal Achmad Yani
Wednesday, April 3, 2019
Sunday, December 25, 2016
BHARAWANA BIG REUNION 2016
BHARAWANA BIG REUNION 2016 adalah sebuah bentuk kerinduan untuk
mengunjungi ”RUMAH” di mana kami dibesarkan dan berjuang bersama di
bawah kibaran satu bendera melintasi perjalanan hidup di dunia
petualangan yang keras dan penuh dengan tantangan. Kerinduan untuk
mengenal adik-adik, kerinduan untuk bernostalgia dan berbagi cerita
bersama anggota keluarga lainnya demi menjaga keutuhan tali persaudaraan
dan kehangatan sebuah Keluarga serta memberikan insiprasi bagi
adik-adik yang masih aktif untuk tetap berjuang di bawah kebesaran
kibaran bendera BHARAWANA
Dididik, dilatih dan dibesarkan dalam satu ”RUMAH” hingga menjadi insan petualang yang terampil dan terlatih baik ketika menjadi anggota aktif maupun setelah selesai masa aktifnya sebagai mahasiswa/i di kampus UNJANI dan terjun ke dalam kehidupan di luar kampus untuk mengejar cita-cita dan mewujudkan mimpi masing-masing, serta kerinduan yang mendalam untuk berkumpul kembali inilah yang menjadi thema kegiatan "BERKUMPUL KEMBALI DI RUMAH YANG MEMBESARKAN KITA"
Tuesday, June 28, 2016
EKSPEDISI SUSUR PANTAI MEDOAN - TUBAN
Berawal dari obrolan ringan 5 orang anggota dari angkatan 01 (Pioneer) dan 02 (Halimun Senja), tercetuslah sebuah gagasan untuk melakukan penyusuran pantai mengelilingi Pulau Jawa dengan cara estafet yang kemudian dijadikan salah satu Program Jangka Panjang dengan nama Ekspedisi Susur Pantai “RING OF JAVA” BHARAWANA UNJANI
Labels:
adventure,
alam bebas,
alam terbuka,
Backpack,
BHARAWANA,
BHARAWANA UNJANI,
buletin BHARAWANA,
bushcraft,
Ekspedisi,
Esprit de Corps,
Pencinta alam,
Pendaki Gunung,
Perjalanan,
petualangan,
survival,
UNJANI
Tuesday, February 23, 2016
MABIM DIVISI II/TEBING
Selesai mengikuti Training Alalm Bebas XXVI (TABXXVI), status calon anggota (CABW) sudah tidak ada lagi dan berubah menjadi Anggota Muda Bharawana angkatan 26 dengan nama angkatan LEMBAH SANGGARA (AMBW 26 LS). Masih ada proses lanjutan yang harus dilalui oleh anggota muda yaitu mengikuti pelatihan tingkat lanjutan yang dilaksanakan oleh 4 Divisi yang ada di BHARAWANA. Untuk tahun ini, jadwal Mabim dimulai dari DIVISI II/Tebing.
REFRESH and GO….
| Shalat Maghrib sebelum berangkat |
TRAINING ALAM BEBAS XXVI (TAB XXVI)
Training Alam Bebas ke XXVI BHARAWANA UNJANI dilaksanakan mulai tanggal 18 s.d 29 Januari 2016. Kegiatan yang dilakukan setiap tahun sebagai Proses penyaringan calon anggota BHARAWANA ini merupakan bentuk realisasi dari materi kelas yang diberikan kepada calon anggota selama lebih dari 1 bulan meliputi 10 Teknik Hidup di Alam Bebas yaitu :
- Manajemen Perjalanan
- Survival
- Zoologi dan Botani Praktis
- Taksir Medan
- Komunikasi Lapangan
- Navigasi Darat
- SAR
- Pemanjatan Tebing
- Simpul dan Jerat
- Medis Prakts (PPGD)
Dalam pelaksanaan di lapangan kegiatan ini dilakukan di Tiga Medan Latihan yaitu :
- Medan Latihan Sungai yang mengambil lokasi di S. Citarum,
- Medan Latihan Tebing di Gn. Pabeasan (tebing 125)
- Medan Latihan Hutan Gunung di kawasan Bukit Tunggul, Lembang.
Labels:
adventure,
alam bebas,
BHARAWANA,
BHARAWANA UNJANI,
buletin BHARAWANA,
bushcraft,
DIKLATSAR,
Diktat,
navigasi,
operasi SAR,
orad,
orientasi medan,
Panjat Tebing,
Pendaki Gunung,
petualangan,
survival,
Training Alam Bebas,
UNJANI
Wednesday, January 13, 2016
TERTELAN LEUWI BUDAH CIPELES (BAG-1)
Dipapaes ku Cipeles
Tampomas nu matak waas
Cimalaka pamandian
Ngagenyas caina herang
Caang bulan opat welas
Caang mabray cahayana
Nambah endah ketingalna
Kota Sumedang
![]() |
| Sebagian aliran Sungai Cipeles |
Kutipan tulisan yang kami ambil dari catatan perjalanan Nevi “OMAL” (BW12086KR) saat mengarungi sungai Cipeles Sumedang bersama Asep ‘Abulk’ (BW09EK); Azhar ‘KACIL’ (BW12082KR); Dede ‘MORI’ (BW19104PR) dan Fajar ‘PULUNG’ (BW20106KP) pada bulan Januari 2014 yang lalu.
Sebuah catatan perjalanan yang memberi begitu banyak pelajaran berharga bagi kita semua, mengingat terjadi musibah dalam pengarungan ini, meskipun tidak ada korban jiwa saat musibah terjadi.
Seperti apa kejadian di Sungai Cipeles, mari kita ikuti penuturannya.
Labels:
adventure,
alam bebas,
alam terbuka,
BHARAWANA,
BHARAWANA UNJANI,
buletin BHARAWANA,
bushcraft,
cipeles,
hole,
jeram,
orad,
Perjalanan,
petualangan,
portaging,
rafting,
standingwave,
sumedang,
survival
Sunday, January 3, 2016
DARI DIKLATSAR MENJADI TAB (TRAINING ALAM BEBAS)
Sejak terjadi perubahan sistim perekrutan Calon anggota BHARAWANA dari Pendidikan dan Latihan Dasar atau yang lebih dikenal dengan nama DIKLATSAR, menjadi Training Alam Bebas atau yang kami sebut dengan nama TAB, memang sering menjadi bahan pertanyaan terutama dari rekan-rekan penggiat Kegiatan Alam Terbuka dari organisasi lain di luar BHARAWANA.
Pertanyaan mereka begitu singkat tetapi benar-benar mendasar, yaitu : apa sih TAB itu, dan apa bedanya dengan DIKLATSAR,,,?
Singkat namun jawabannya lumayan panjang dan harus benar-benar tersusun secara sistematis, karena kata DIKLATSAR sudah melekat begitu dalam bahkan mendarah daging di lingkungan organisasi Penggiat Olah Raga Petualangan di Alam bebas.
Dalam kesempatan ini, akan kami ulas secara global tentang bagaimana proses terjadinya perubahan pola perekrutan dari DIKLATSAR menjadi TAB
Wednesday, December 30, 2015
25 TAHUN BHARAWANA UNJANI
BHARAWANA.....
Semua berawal dari sebuah obrolan kecil di depan api unggun menanti fajar menyingsing di kaki Gunung Gede.
Semua berawal dari sebuah obrolan kecil di depan api unggun menanti fajar menyingsing di kaki Gunung Gede.
Sebuah mimpi yang amat sangat sederhana, menghimpun mahasiswa/i di lingkungan Civitas Akademika UNJANI cimahi dalam satu wadah. itu saja...
20 Oktober 1990 merupakan tonggak awal berdirinya Unit Kegiatan Mahasiswa Penjelajah Rimba dan Pendaki Gunung BHARAWANA Universitas Jenderal Achmad Yani.
20 Oktober 1990 merupakan tonggak awal berdirinya Unit Kegiatan Mahasiswa Penjelajah Rimba dan Pendaki Gunung BHARAWANA Universitas Jenderal Achmad Yani.
Thursday, July 12, 2012
Ring Of Java Susur Pantai Mengelilingi Pulau Jawa
Sekarang
kami akan menceritakan seputar susur pantai / berjalan kaki di pantai atau di
tepi laut yang telah kami lakukan, sudah beberapa kali bharawana melakukan
kegiatan susur pantai mulai dari tahun 1990 hingga sekarang. Dari beberapa penyusuran
kami tercetus sebuah program jangka panjang untuk penyusuran pantai
mengelilingi pulau jawa secara estafet yang dimana dalam setiap penyusuran
minimal menempuh jarak 200 km, dan yang tercatat resmi sudah 9 kali penyusuran
mulai dari :
1.
Tahun 1991, lokasi
penyusuran Pameungpeuk Garut s/d Pangandaran Ciamis oleh angkatan 1 (Pioneer) dan ke 2 Bharawana
(Halimun Senja). (kilas sejarah bisa anda baca di sini)
Wednesday, April 18, 2012
FINAL SEASION GUNUNG CIREMAI 3078 Mdpl BAYU BUANA AM 22 BW
Anggota Muda Bharawana dengan nama angkatan “BAYU
BUANA” akan melakukan pendakian ke Gunung Ciremai dengan ketinggian 3078
mdpl. dalam rangka melaksanakan program kerja dewan pengurus DP XXI,untuk menutup rangkaian kegiatan mabim -mabim sebelumnya. Jumlah personil yang berangkat adalah 11 orang yang terdiri dari tujuh orang angkatan bayu buana,tiga orang senior bharawana dan satu orang teman dari MADIPALA FIP UNM Makasar. Perjalanan ini dimulai
dari sekre Bharawana sekitar pukul 18.14 wib menuju jamika,dan dilanjutkan menuju
terminal Maja.Rencana awal setelah sampai di Maja itu kami naik kendaraan bak terbuka untuk menuju Apuy,tetapi karena kondisi yang sudah malam maka kami memutuskan untuk beristirahat sambil mencari transportasi yang menuju Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), beberapa orang dari kami ada pula yang mencari makanan. setelah beberapa lama kami beristirahat kami dihampiri
seorang bapak-bapak yang menawarkan kendaraannya untuk berangkat ke Apuy. Setelah tawar menawar akhirnya kami berangkat menuju Apuy
dengan memakai mini bus tiba di Sekre TNGC (Taman Nasional Gunung Ciremai)
sekitar tengah malam.
Friday, December 16, 2011
EKSPEDISI PENDAKIAN GUNUNG LOMPOBATTANG-BAWAKARAENG SULAWESI SELATAN
ekspedisi ini terdiri dari dua angkatan yaitu angkatan XX Kabut Purnama (Fajar ‘Pulung’ Pilantika & Akbar ‘Sotan’) dan angkatan XXI Panthera Pardus (Wahyudin ‘Sersan’, Galih ‘Nguyen’ & Theko ‘Tupai’), Fajar ‘Pulung’ sebagai ketua tim dan dibantu oleh para anggota lainnya dalam melaksanakan ekspedisi ini.
Monday, September 14, 2009
Saturday, September 12, 2009
OPERASI SAR DAN PENANGGULANGAN BENCANA ALAM CIANJUR & PANGALENGAN
-->
Lokasi Operasi I : Ds. Cikangkareng, Cianjur Selatan
Korban Tewas : 14 orang
Korban Hilang : 47 orang
Bentuk Operasi : Pencarian dan Evakuasi Korban
Waktu : 3 – 4 September
JURNAL KEGIATAN
2 September 2009
Terjadi gempa berpusat di 138 Km barat daya tasikmalaya berkuatan 7,3 SR pukul 14.55 WIB. Guncangan gempa dirasakan di Jakarta, Jogjakarta, Pelabuhan Ratu, dan Banjarnegara. Gempa tersebut berpotensi tsunami. Akibat gempa tersebut dilaporkan, jaringan telekomunikasi di Tasikmalaya terputus.
Langkah awal yang dilakukan BHARAWANA adalah melakukan koordinasi dan konsolidasi dalam rangka pengiriman tim ke lokasi bencana.
Maka diputuskan untuk memberangkatkan tim Advance yang bergabung dengan Tim dari Dompet Dhuafa untuk berangkat menuju Pangalengan tim ke dua berangkat ke Cianjur untuk melakukan pencarian korban yang tertimbun tanah longsor akibat gempa yang diperkirakan berjumlah 57 orang
Labels:
adventure,
BHARAWANA,
BHARAWANA UNJANI,
bushcraft,
crisis center,
gempa,
infrastruktur,
longsor cianjur,
operasi SAR,
pangalengan,
penganngulangan bencana alam,
pengungsi,
petualangan,
survival,
UNJANI
Wednesday, June 10, 2009
KECELAKAAN PENDAKIAN
Telah terjadi 3 kali kecelakaan saat pendakian yang sampai menyedot perhatian media masa baik cetak maupun elektronik sehingga melibatkan operasi pencarian oleh berbagai elemen.
Awal Bulan Februari 2009
7 orang Mahasiswa YARSI (6 orang diantaranya anggota TRIBUANA yaitu organisasi PA di kampus tersebut), dinyatakan hilang di gunung salak (2.211 mdpl)
Mei 2009
22 siswa anggota Pramuka dan satu guru anggota Pramuka dari SMA Negeri I Kakongan, Situbondo, Jawa Timur, serta satu pemandu dinyatakan hilang di Gunung Argopuro (3088 mdpl) saat melakukan kegiatan Napak Tilas
Awal Bulan Februari 2009
7 orang Mahasiswa YARSI (6 orang diantaranya anggota TRIBUANA yaitu organisasi PA di kampus tersebut), dinyatakan hilang di gunung salak (2.211 mdpl)
22 siswa anggota Pramuka dan satu guru anggota Pramuka dari SMA Negeri I Kakongan, Situbondo, Jawa Timur, serta satu pemandu dinyatakan hilang di Gunung Argopuro (3088 mdpl) saat melakukan kegiatan Napak Tilas
6 orang warga Bekasi, Jawa Barat dan 1 orang pemandu warga Cirebon, dilaporkan hilang di Gunung Ceremai (3.078 mdpl), Kuningan, Jawa Barat
Saturday, March 14, 2009
EKSPEDISI SUSUR PANTAI UJUNG KULON – ANYER
AWAL PERJALANAN
Persiapan untuk menghadapi Ekspedisi Susur pantai ini sudah dilaksanakan jauh – jauh hari sebelumnya, berminggu – minggu kami ditempa baik fisik maupun mental, begitu juga kesiapan kami dalam pengenalan medan serta navigasi, lima hari dalam seminggu kami di tempa dalam Training Center (TC) selama ± 2 bulan, sejalan dengan berlangsungnya TC kami juga disibukkan oleh segala perijinan yang harus segera di selesaikan baik itu dari REKTOR UNJANI, POLRES cimahi,dan BALAI TAMAN NASIONAL UJUNG KULON.
Tim Ekspedisi Susur Pantai Bharawana diketuai oleh Valentina ‘GANIS’ beranggotakan Hamdan ‘UPIS’ Patra Alam serta tim pendukung Yuyus ‘PURBA’ Sunandar. Menurut perkiraaan sebelumnya, target yang akan ditempuh akan memakan waktu kurang lebih 11 hari terhitung tanggal 04 Oktober 2008 s/d 14 Oktober 2008 tetapi pada kenyataanya kami menyelesaikan ekspedisi ini pada tanggal 15 Oktober 2008. Jum’at tanggal 3 Oktober 2008 pukul 24.00 WIB Tim berangkat menuju terminal leuwipanjang Bandung. Kami tiba pukul 09.30 di legon pakis.
PENYERAHAN TONGKAT ESTAFET

Habisnya masa jabatan Dewan Pengurus XVII BHARAWANA sejak Januari 2009 yang lalu, menyebabkan pembentukan tim formatur dilakukan sesegera mungkin untuk menghindari kekosongan kepemimpinan. Keadaan ini cukup dilematis mengingat BHARAWANA sedang mengalami krisis keanggotaan dalam hal kuantitas. Sebagian besar anggota yang duduk di DP XVII sudah selesai masa perkuliahannya dan sebagian lagi sedang menempuh tahap akhir masa perkuliahan. Boleh dikatakan saat ini BHARAWANA berada dalam masa sulit…meskipun gak ikutan ngantri beli minyak tanah…
GAMPANG-GAMPANG SUSAH
Pilihan kandidat yang ada tinggal 3 orang, dan ini bukan hal yang mudah bagi tim formatur, mengingat ketiga orang anggota ini boleh dikatakan masih belum terlalu matang untuk memegang kendali kepemimpinan BHARAWANA yang sudah berusia 19 tahun ini, sementara di sisi lain, BHARAWANA tidak bisa lepas dari aturan tentang Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa yang diberlakukan di Civitas Akademika UNJANI. Akhirnya pada tanggal 9 Maret 2009, keluarlah keputusan untuk mengangkat Ivan ‘KAMBUY’ sebagai Ketua Dewan Pengurus XVIII BHARAWANA UNJANI untuk periode 2009-2010, menggantikan Edwin ‘DAKEL’ yang telah habis masa baktinya.
Pilihan kandidat yang ada tinggal 3 orang, dan ini bukan hal yang mudah bagi tim formatur, mengingat ketiga orang anggota ini boleh dikatakan masih belum terlalu matang untuk memegang kendali kepemimpinan BHARAWANA yang sudah berusia 19 tahun ini, sementara di sisi lain, BHARAWANA tidak bisa lepas dari aturan tentang Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa yang diberlakukan di Civitas Akademika UNJANI. Akhirnya pada tanggal 9 Maret 2009, keluarlah keputusan untuk mengangkat Ivan ‘KAMBUY’ sebagai Ketua Dewan Pengurus XVIII BHARAWANA UNJANI untuk periode 2009-2010, menggantikan Edwin ‘DAKEL’ yang telah habis masa baktinya.
Mencumbui Puncak Agung, Rinjani, Tambora Dengan Sepeda (TAMAT)
Tulisan ini berdasarkan pengalaman pribadi
Yuyus ‘PURBA’ (BW 11077 BS)
Melintasi Sumbawa
Panasnya suhu di jalanan yang kulalui mewarnai awal perjalananku di pulau yang terkenal dengan madu dan susu kuda liarnya itu. Selama empat jam lebih, aku bertarung dijalanan dari pelabuhan hingga Badas Sumb
awa Besar. Panas, angin dan debu-debu yang menerpa, bahkan kendaraan-kendaraan besar menjadi pemandangan yang mengerikan bagiku dalam perjalanan bersepeda seorang diri ini. “Salut buat Paimo dengan ekspedisi sepedanya merambah melintasi pelbagai negara !”. Waktu menunjukan jam enam sore saat aku berhenti di sebuah pos gerbang jalan menuju hotel yang ada di Badas. Situasi dan kondisi pos pinggir jalan yang memungkinkan untuk dijadikan tempat bermalam, akhirnya menjadi tempat pertamaku di Sumbawa melepas lelah.
Wednesday, February 11, 2009
TRAINING ALAM BEBAS ANGKATAN XIX (PANCARAWANA)
Perubahan Konsep dari DIKLATSAR menjadi Training Alam Bebas yang disepakati beberapa waktu lalu, telah memasukki tahap pelaksanaan. dengan 10 orang peserta yang sebenarnya masih dianggap sangat minim untuk regernerasi, Para Instruktur senior dari BHARAWANA, yang sebelum pelaksanaan TAB telah melakukan pertemuan-pertemuan secara marathon untuk menysun kurikulum formula cara pengajaran, yang akhirnya memberi warna tersendiri. Suasana santai yang diterapkan dalam pemberian materi, dirasakan memberi perubahan dalam penyerapan materi, dan calon anggota terlihat lebih interaktif. Cukup disayangkan memang, menjelang pelaksanaan lapangan, beberapa peserta mulai rontok alias mundur, hingga akhirnya tersisa hanya 5 orang saja…hmmff…!!!
Menancapkan Aren di Bumi Salada
Sebagai contoh seperti yang terjadi di hutan lindung Gunung Salada, Desa Bojongkoneng, Sentul Bogor. Masyarakat sekitar hutan lindung tersebut masih dengan bebas melakukan penebangan liar. Akibatnya perlahan namun pasti Gunung Salada menjadi gundul dan rawan akan longsor. Lebih dari itu, perbukitan gunung itu dijadikan lahan bercocok tanam, yaitu Singkong.
Mencumbui Puncak Agung, Rinjani, Tambora Dengan Sepeda (Bag-3)

Tulisan ini berdasarkan pengalaman pribadi
Yuyus ‘PURBA’ (BW 11077 BS)
Pendakian Gunung Rinjani
Senin pagi menjelang siang, usai persiapan yang cukup mantap sekitar jam 9.30 aku meluncur dengan sepeda dari penginapan menuju pos pendakian Sembalun dan melapor ke petugas di sana perihal rencana pendakianku. Pa Mick yang melepasku sampai pos tersebut banyak memberi dorongan semangat perihal pendakianku membawa sepeda, karena dahulu beliau pernah melakukan hal serupa mendaki Rinjani dengan sepeda bersama rekannya di UNRAM.
Diawali dengan do’a, sekitar jam 10-an aku mulai melanjutkan pendakian dengan target Palawangan. Perjalanan dengan sepeda menuju pos 2, aku seperti diulang tahunkan, karena jalur yang ditempuh sangat mudah dan menarik dilewati dengan sepeda hingga waktu perjalanan lebih cepat dibandingkan jalan kaki. Selama perjalanan menuju pos 2, aku bertemu dengan para pendaki dari Sulawesi , Bima dan Lombok Timur sendiri. Tiba di pos 2, aku istirahat untuk mengambil air dan sholat berbarengan dengan para pendaki dari Lombok Timur yang sudah duluan tiba di pos tersebut. Jumlah mereka lumayan banyak, hingga suasana mendakinya begitu hangat. Gak begitu lama aku istirahat di pos 2, mereka berpamitan meninggalkanku lebih dulu. Setelah sholat, perjalanan aku lanjutkan kembali menuju pos 3. Perjalanan menuju pos 3, sepeda mulai aku dorong dan terkadang gak sedikit aku harus memanggulnya. Tiba di pos 3, aku disambut anak-anak Sulawesi dan Bima yang lagi istirahat. Perkenalan kami disuguhi kopi panas, menambah kehangatan sendiri. Tujuan mereka mendaki Rinjani adalah dalam rangka Pendakian Merah Putih dari Mapala Universitas Muhammadiyah Makassar dan Universitas Tadulako Palu di temani Universitas Muhammadiyah Mataram dan Bima. Selain mendaki Rinjani mereka juga akan ke gunung Tambora yang kelak jadi rekanan mendaki gunung di ujung Sumbawa yang kawahnya tergolong besar itu.
Subscribe to:
Posts (Atom)









