Saturday, March 14, 2009

EKSPEDISI SUSUR PANTAI UJUNG KULON – ANYER


AWAL PERJALANAN
Persiapan untuk menghadapi Ekspedisi Susur pantai ini sudah dilaksanakan jauh – jauh hari sebelumnya, berminggu – minggu kami ditempa baik fisik maupun mental, begitu juga kesiapan kami dalam pengenalan medan serta navigasi, lima hari dalam seminggu kami di tempa dalam Training Center (TC) selama ± 2 bulan, sejalan dengan berlangsungnya TC kami juga disibukkan oleh segala perijinan yang harus segera di selesaikan baik itu dari REKTOR UNJANI, POLRES cimahi,dan BALAI TAMAN NASIONAL UJUNG KULON.
Tim Ekspedisi Susur Pantai Bharawana diketuai oleh Valentina ‘GANIS’ beranggotakan Hamdan ‘UPIS’ Patra Alam serta tim pendukung Yuyus ‘PURBA’ Sunandar. Menurut perkiraaan sebelumnya, target yang akan ditempuh akan memakan waktu kurang lebih 11 hari terhitung tanggal 04 Oktober 2008 s/d 14 Oktober 2008 tetapi pada kenyataanya kami menyelesaikan ekspedisi ini pada tanggal 15 Oktober 2008. Jum’at tanggal 3 Oktober 2008 pukul 24.00 WIB Tim berangkat menuju terminal leuwipanjang Bandung. Kami tiba pukul 09.30 di legon pakis.

PENYERAHAN TONGKAT ESTAFET



Habisnya masa jabatan Dewan Pengurus XVII BHARAWANA sejak Januari 2009 yang lalu, menyebabkan pembentukan tim formatur dilakukan sesegera mungkin untuk menghindari kekosongan kepemimpinan. Keadaan ini cukup dilematis mengingat BHARAWANA sedang mengalami krisis keanggotaan dalam hal kuantitas. Sebagian besar anggota yang duduk di DP XVII sudah selesai masa perkuliahannya dan sebagian lagi sedang menempuh tahap akhir masa perkuliahan. Boleh dikatakan saat ini BHARAWANA berada dalam masa sulit…meskipun gak ikutan ngantri beli minyak tanah…
GAMPANG-GAMPANG SUSAH
Pilihan kandidat yang ada tinggal 3 orang, dan ini bukan hal yang mudah bagi tim formatur, mengingat ketiga orang anggota ini boleh dikatakan masih belum terlalu matang untuk memegang kendali kepemimpinan BHARAWANA yang sudah berusia 19 tahun ini, sementara di sisi lain, BHARAWANA tidak bisa lepas dari aturan tentang Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa yang diberlakukan di Civitas Akademika UNJANI. Akhirnya pada tanggal 9 Maret 2009, keluarlah keputusan untuk mengangkat Ivan ‘KAMBUY’ sebagai Ketua Dewan Pengurus XVIII BHARAWANA UNJANI untuk periode 2009-2010, menggantikan Edwin ‘DAKEL’ yang telah habis masa baktinya.

PERSIAPAN PERJALANAN

Setiap orang yang melakukan perjalanan selalu memiliki harapan yang sama yaitu perjalanan yang dilakukannya akan berjalan lancar, aman dan nyaman sampai ke tujuannya. Untuk mencapai itu semua, dalam melakukan perjalan dibutuhkan Perencanaan (Planning) Alokasi Sumber Daya / Pengorganisasian (Organizing) sebelum perjalanan dilakukan (Actuating) serta melakukan pengawasan (controlling) saat melakukan perjalanan tersebut.
Persiapan Perjalanan yang disesuaikan dengan Prosedur Tetap Perjalanan / Ekspedisi baik besar maupun Kecil (Mini Session) dalam Unit Kegiatan Mahasiswa Penjelajah Rimba dan Pendaki Gunung BHARAWANA adalah dengan memperhatikan hal berikut :

Mencumbui Puncak Agung, Rinjani, Tambora Dengan Sepeda (TAMAT)

Tulisan ini berdasarkan pengalaman pribadi
Yuyus ‘PURBA’ (BW 11077 BS)
Melintasi Sumbawa
Panasnya suhu di jalanan yang kulalui mewarnai awal perjalananku di pulau yang terkenal dengan madu dan susu kuda liarnya itu. Selama empat jam lebih, aku bertarung dijalanan dari pelabuhan hingga Badas Sumb
awa Besar. Panas, angin dan debu-debu yang menerpa, bahkan kendaraan-kendaraan besar menjadi pemandangan yang mengerikan bagiku dalam perjalanan bersepeda seorang diri ini. “Salut buat Paimo dengan ekspedisi sepedanya merambah melintasi pelbagai negara !”. Waktu menunjukan jam enam sore saat aku berhenti di sebuah pos gerbang jalan menuju hotel yang ada di Badas. Situasi dan kondisi pos pinggir jalan yang memungkinkan untuk dijadikan tempat bermalam, akhirnya menjadi tempat pertamaku di Sumbawa melepas lelah.