Tuesday, June 28, 2016

EKSPEDISI SUSUR PANTAI MEDOAN - TUBAN

Berawal dari obrolan ringan 5 orang anggota dari angkatan 01 (Pioneer) dan 02 (Halimun Senja), tercetuslah sebuah gagasan untuk melakukan penyusuran pantai mengelilingi Pulau Jawa dengan cara estafet yang kemudian dijadikan salah satu Program Jangka Panjang dengan nama Ekspedisi Susur Pantai “RING OF JAVA” BHARAWANA UNJANI

Tuesday, February 23, 2016

MABIM DIVISI II/TEBING

Selesai mengikuti Training Alalm Bebas XXVI (TABXXVI), status calon anggota (CABW) sudah tidak ada lagi dan berubah menjadi Anggota Muda Bharawana angkatan 26 dengan nama angkatan LEMBAH SANGGARA (AMBW 26 LS). Masih ada proses lanjutan yang harus dilalui oleh anggota muda yaitu mengikuti pelatihan tingkat lanjutan yang dilaksanakan oleh 4 Divisi yang ada di BHARAWANA. Untuk tahun ini, jadwal Mabim dimulai dari DIVISI II/Tebing.

REFRESH and GO….
Shalat Maghrib sebelum berangkat
Kamis 11 Februari 2016, Garang sebagai Ketua Divisi II/Tebing memberi penyegaran materi tentang Free Climbing mulai dari pemasangan pengaman sampai dengan penambatan. Materi inilah yang akan dipraktekkan di lapangan nanti oleh AMBW 26 LS. Pada saat mereka jadi peserta TAB XXVI, materi ini juga dipraktekkan di lapangan, tetapi dilakukan dalam bentuk latihan kering, yaitu dilakukan di bawah/dasar tebing tanpa melakukan pemanjatan. Dalam MABIM Tebing, mereka akan melakukan pemanajatan yang sebenarnya.

TRAINING ALAM BEBAS XXVI (TAB XXVI)

Training Alam Bebas ke XXVI BHARAWANA UNJANI dilaksanakan mulai tanggal 18 s.d 29 Januari 2016. Kegiatan yang dilakukan setiap tahun sebagai Proses penyaringan calon anggota BHARAWANA ini merupakan bentuk realisasi dari materi kelas yang diberikan kepada calon anggota selama lebih dari 1 bulan meliputi 10 Teknik Hidup di Alam Bebas yaitu : 
  • Manajemen Perjalanan
  • Survival
  • Zoologi dan Botani Praktis
  • Taksir Medan
  • Komunikasi Lapangan
  • Navigasi Darat
  • SAR
  • Pemanjatan Tebing
  • Simpul dan Jerat
  • Medis Prakts (PPGD) 

Dalam pelaksanaan di lapangan kegiatan ini dilakukan di Tiga Medan Latihan yaitu :
  • Medan Latihan Sungai yang mengambil lokasi di S. Citarum, 
  • Medan Latihan Tebing di Gn. Pabeasan (tebing 125)
  • Medan Latihan Hutan Gunung di kawasan Bukit Tunggul, Lembang.

Wednesday, January 13, 2016

TERTELAN LEUWI BUDAH CIPELES (BAG-1)

Dipapaes ku Cipeles
Tampomas nu matak waas
Cimalaka pamandian
Ngagenyas caina herang
Caang bulan opat welas
Caang mabray cahayana
Nambah endah ketingalna
Kota Sumedang

Sebagian aliran Sungai Cipeles
Kutipan tulisan yang kami ambil dari catatan perjalanan Nevi “OMAL” (BW12086KR) saat mengarungi sungai Cipeles Sumedang bersama Asep ‘Abulk’ (BW09EK); Azhar ‘KACIL’ (BW12082KR); Dede ‘MORI’ (BW19104PR) dan Fajar ‘PULUNG’ (BW20106KP) pada bulan Januari 2014 yang lalu.

Sebuah catatan perjalanan yang memberi begitu banyak pelajaran berharga bagi kita semua, mengingat terjadi musibah dalam pengarungan ini, meskipun tidak ada korban jiwa saat musibah terjadi. 

Seperti apa kejadian di Sungai Cipeles, mari kita ikuti penuturannya.

TEKNIK DASAR NAVIGASI DARAT (BAG-3) Selesai

setelah memahas tentang Azimuth, Ikhtilaf, kompas dll dalam posting sebelumnya di sini, Mari kita lanjutkan lagi materi Dasar Navigasi Darat


SUDUT PETA

Adalah sudut yang dibentuk oleh 2 buah garis (garis yang menuju utara peta dan garis yang terbentuk oleh kompas ke arah sasarannya)

Saturday, January 9, 2016

TEKNIK DASAR NAVIGASI DARAT (BAG-2)

Dalam artikel sebelumnya (Teknik Dasar Navigasi Darat Bagian-1) sudah diuraikan tentang jenis peta dan pembahasan awal tentang peta topografi. sebagai kelanjutannya, dalam sesi ini akan dibahas lebih detail lagi tentang Teknik Dasar Navigasi Darat


IKHTILAP
Disebut juga CONVERGENSI MERIDIAN = Penyimpangan arah utara



Thursday, January 7, 2016

TEKNIK DASAR NAVIGASI DARAT (Bagian-1)

kata Navigasi berasal dari bahasa yunani NAVIS yang artinya Kapal/perahu dan AGARE=AGASI yang artinya Mengarahkan.



Dari pengertian tersebut, di atas, kita dapat mengetahui bahwa pada awalnya navigasi digunakan hanya pada pelayaran, dengan tujuan untuk mengarahkan perahu agar tepat pada rute perjalanan yang direncanakan.

Sunday, January 3, 2016

DARI DIKLATSAR MENJADI TAB (TRAINING ALAM BEBAS)

Sejak terjadi perubahan sistim perekrutan Calon anggota BHARAWANA dari Pendidikan dan Latihan Dasar atau yang lebih dikenal dengan nama DIKLATSAR, menjadi Training Alam Bebas atau yang kami sebut dengan nama TAB, memang sering menjadi bahan pertanyaan terutama dari rekan-rekan penggiat Kegiatan Alam Terbuka dari organisasi lain di luar BHARAWANA.

Pertanyaan mereka begitu singkat tetapi benar-benar mendasar, yaitu : apa sih TAB itu, dan apa bedanya dengan DIKLATSAR,,,? 

Singkat namun jawabannya lumayan panjang dan harus benar-benar tersusun secara sistematis, karena kata DIKLATSAR sudah melekat begitu dalam bahkan mendarah daging di lingkungan organisasi Penggiat Olah Raga Petualangan di Alam bebas.

Dalam kesempatan ini, akan kami ulas secara global tentang bagaimana proses terjadinya perubahan pola perekrutan dari DIKLATSAR menjadi TAB

Wednesday, December 30, 2015

25 TAHUN BHARAWANA UNJANI

FLASH BACK
BHARAWANA.....

Semua berawal dari sebuah obrolan kecil di depan api unggun menanti fajar menyingsing di kaki Gunung Gede.

Sebuah mimpi yang amat sangat sederhana, menghimpun mahasiswa/i di lingkungan Civitas Akademika UNJANI cimahi dalam satu wadah. itu saja...

20 Oktober 1990 merupakan tonggak awal berdirinya Unit Kegiatan Mahasiswa Penjelajah Rimba dan Pendaki Gunung BHARAWANA Universitas Jenderal Achmad Yani.


Thursday, July 12, 2012

Ring Of Java Susur Pantai Mengelilingi Pulau Jawa


BHARAWANA adalah Suatu Organisasi yang berkecimpung dalam bidang Penggiat Alam Bebas, lebih tepatnya UKM BHARAWANA UNJANI ( Unit Kegiatan Mahasiswa BHARAWANA Universitas Jenderal Achmad Yani). BHARAWANA berkegiatan mendaki gunung, memanjat tebing, mengarungi sungai, menyusuri pantai, mengenal suku pedalman dan kampung adat, menolong sesama dalam bencana / SAR, dan banyak kegiatan lainya terutama  kegiatan alam bebas.

Sekarang kami akan menceritakan seputar susur pantai / berjalan kaki di pantai atau di tepi laut yang telah kami lakukan, sudah beberapa kali bharawana melakukan kegiatan susur pantai mulai dari tahun 1990 hingga sekarang. Dari beberapa penyusuran kami tercetus sebuah program jangka panjang untuk penyusuran pantai mengelilingi pulau jawa secara estafet yang dimana dalam setiap penyusuran minimal menempuh jarak 200 km, dan yang tercatat resmi sudah 9 kali penyusuran mulai dari :
1.        Tahun 1991, lokasi penyusuran Pameungpeuk Garut s/d Pangandaran Ciamis oleh angkatan 1 (Pioneer) dan ke 2 Bharawana (Halimun Senja). (kilas sejarah bisa anda baca di sini)