Saturday, July 22, 2017

PROSES MEMBANGUN KORSA & LOYALITAS

Secara umum, jiwa korsa dapat diartikan sebagai rasa hormat, kesetiaan, kesadaran dan semangat kebersamaan yang ditujukan terhadap sesuatu, misalnya komunitas, perusahaan, organisasi, Negara, dan lain-lain.

Masing-masing komunitas, perusahaan, organisasi, Negara, dan lain-lain selalu memiliki cara/tradisi dalam rangka membangun Jiwa Korsa bagi pengikutnya. Seperti apapun prosesnya dan bagaimanapun caranya, hasil akhir yang diharapkan tetap berpatokan pada satu hal yaitu mengutamakan kepentingan komunitas, perusahaan, organisasi, Negara, dan lain-lain di atas kepentingan diri sendiri

Sunday, December 25, 2016

BHARAWANA BIG REUNION 2016

BHARAWANA BIG REUNION 2016 adalah sebuah bentuk kerinduan untuk mengunjungi ”RUMAH” di mana kami dibesarkan dan berjuang bersama di bawah kibaran satu bendera melintasi perjalanan hidup di dunia petualangan yang keras dan penuh dengan tantangan. Kerinduan untuk mengenal adik-adik, kerinduan untuk bernostalgia dan berbagi cerita bersama anggota keluarga lainnya demi menjaga keutuhan tali persaudaraan dan kehangatan sebuah Keluarga serta memberikan insiprasi bagi adik-adik yang masih aktif untuk tetap berjuang di bawah kebesaran kibaran bendera BHARAWANA

Dididik, dilatih dan dibesarkan dalam satu ”RUMAH” hingga menjadi insan petualang yang terampil dan terlatih baik ketika menjadi anggota aktif maupun setelah selesai masa aktifnya sebagai mahasiswa/i di kampus UNJANI dan terjun ke dalam kehidupan di luar kampus untuk mengejar cita-cita dan mewujudkan mimpi masing-masing, serta kerinduan yang mendalam untuk berkumpul kembali inilah yang menjadi thema kegiatan "BERKUMPUL KEMBALI DI RUMAH YANG MEMBESARKAN KITA"

Tuesday, June 28, 2016

EKSPEDISI SUSUR PANTAI MEDOAN - TUBAN

Berawal dari obrolan ringan 5 orang anggota dari angkatan 01 (Pioneer) dan 02 (Halimun Senja), tercetuslah sebuah gagasan untuk melakukan penyusuran pantai mengelilingi Pulau Jawa dengan cara estafet yang kemudian dijadikan salah satu Program Jangka Panjang dengan nama Ekspedisi Susur Pantai “RING OF JAVA” BHARAWANA UNJANI

Tuesday, February 23, 2016

MABIM DIVISI II/TEBING

Selesai mengikuti Training Alalm Bebas XXVI (TABXXVI), status calon anggota (CABW) sudah tidak ada lagi dan berubah menjadi Anggota Muda Bharawana angkatan 26 dengan nama angkatan LEMBAH SANGGARA (AMBW 26 LS). Masih ada proses lanjutan yang harus dilalui oleh anggota muda yaitu mengikuti pelatihan tingkat lanjutan yang dilaksanakan oleh 4 Divisi yang ada di BHARAWANA. Untuk tahun ini, jadwal Mabim dimulai dari DIVISI II/Tebing.

REFRESH and GO….
Shalat Maghrib sebelum berangkat
Kamis 11 Februari 2016, Garang sebagai Ketua Divisi II/Tebing memberi penyegaran materi tentang Free Climbing mulai dari pemasangan pengaman sampai dengan penambatan. Materi inilah yang akan dipraktekkan di lapangan nanti oleh AMBW 26 LS. Pada saat mereka jadi peserta TAB XXVI, materi ini juga dipraktekkan di lapangan, tetapi dilakukan dalam bentuk latihan kering, yaitu dilakukan di bawah/dasar tebing tanpa melakukan pemanjatan. Dalam MABIM Tebing, mereka akan melakukan pemanajatan yang sebenarnya.

TRAINING ALAM BEBAS XXVI (TAB XXVI)

Training Alam Bebas ke XXVI BHARAWANA UNJANI dilaksanakan mulai tanggal 18 s.d 29 Januari 2016. Kegiatan yang dilakukan setiap tahun sebagai Proses penyaringan calon anggota BHARAWANA ini merupakan bentuk realisasi dari materi kelas yang diberikan kepada calon anggota selama lebih dari 1 bulan meliputi 10 Teknik Hidup di Alam Bebas yaitu : 
  • Manajemen Perjalanan
  • Survival
  • Zoologi dan Botani Praktis
  • Taksir Medan
  • Komunikasi Lapangan
  • Navigasi Darat
  • SAR
  • Pemanjatan Tebing
  • Simpul dan Jerat
  • Medis Prakts (PPGD) 

Dalam pelaksanaan di lapangan kegiatan ini dilakukan di Tiga Medan Latihan yaitu :
  • Medan Latihan Sungai yang mengambil lokasi di S. Citarum, 
  • Medan Latihan Tebing di Gn. Pabeasan (tebing 125)
  • Medan Latihan Hutan Gunung di kawasan Bukit Tunggul, Lembang.

Wednesday, January 13, 2016

TERTELAN LEUWI BUDAH CIPELES (BAG-1)

Dipapaes ku Cipeles
Tampomas nu matak waas
Cimalaka pamandian
Ngagenyas caina herang
Caang bulan opat welas
Caang mabray cahayana
Nambah endah ketingalna
Kota Sumedang

Sebagian aliran Sungai Cipeles
Kutipan tulisan yang kami ambil dari catatan perjalanan Nevi “OMAL” (BW12086KR) saat mengarungi sungai Cipeles Sumedang bersama Asep ‘Abulk’ (BW09EK); Azhar ‘KACIL’ (BW12082KR); Dede ‘MORI’ (BW19104PR) dan Fajar ‘PULUNG’ (BW20106KP) pada bulan Januari 2014 yang lalu.

Sebuah catatan perjalanan yang memberi begitu banyak pelajaran berharga bagi kita semua, mengingat terjadi musibah dalam pengarungan ini, meskipun tidak ada korban jiwa saat musibah terjadi. 

Seperti apa kejadian di Sungai Cipeles, mari kita ikuti penuturannya.

TEKNIK DASAR NAVIGASI DARAT (BAG-3) Selesai

setelah memahas tentang Azimuth, Ikhtilaf, kompas dll dalam posting sebelumnya di sini, Mari kita lanjutkan lagi materi Dasar Navigasi Darat


SUDUT PETA

Adalah sudut yang dibentuk oleh 2 buah garis (garis yang menuju utara peta dan garis yang terbentuk oleh kompas ke arah sasarannya)

Saturday, January 9, 2016

TEKNIK DASAR NAVIGASI DARAT (BAG-2)

Dalam artikel sebelumnya (Teknik Dasar Navigasi Darat Bagian-1) sudah diuraikan tentang jenis peta dan pembahasan awal tentang peta topografi. sebagai kelanjutannya, dalam sesi ini akan dibahas lebih detail lagi tentang Teknik Dasar Navigasi Darat


IKHTILAP
Disebut juga CONVERGENSI MERIDIAN = Penyimpangan arah utara



Thursday, January 7, 2016

TEKNIK DASAR NAVIGASI DARAT (Bagian-1)

kata Navigasi berasal dari bahasa yunani NAVIS yang artinya Kapal/perahu dan AGARE=AGASI yang artinya Mengarahkan.



Dari pengertian tersebut, di atas, kita dapat mengetahui bahwa pada awalnya navigasi digunakan hanya pada pelayaran, dengan tujuan untuk mengarahkan perahu agar tepat pada rute perjalanan yang direncanakan.

Sunday, January 3, 2016

DARI DIKLATSAR MENJADI TAB (TRAINING ALAM BEBAS)

Sejak terjadi perubahan sistim perekrutan Calon anggota BHARAWANA dari Pendidikan dan Latihan Dasar atau yang lebih dikenal dengan nama DIKLATSAR, menjadi Training Alam Bebas atau yang kami sebut dengan nama TAB, memang sering menjadi bahan pertanyaan terutama dari rekan-rekan penggiat Kegiatan Alam Terbuka dari organisasi lain di luar BHARAWANA.

Pertanyaan mereka begitu singkat tetapi benar-benar mendasar, yaitu : apa sih TAB itu, dan apa bedanya dengan DIKLATSAR,,,? 

Singkat namun jawabannya lumayan panjang dan harus benar-benar tersusun secara sistematis, karena kata DIKLATSAR sudah melekat begitu dalam bahkan mendarah daging di lingkungan organisasi Penggiat Olah Raga Petualangan di Alam bebas.

Dalam kesempatan ini, akan kami ulas secara global tentang bagaimana proses terjadinya perubahan pola perekrutan dari DIKLATSAR menjadi TAB